Bantuan BLT Grobogan 2008

May 28, 2008 at 5:27 am Leave a comment


BLT ya BLT atau lebih di kelal dengan Bantuan Langsung Tunai – dari pertama kali muncul selalu dan selalu menjadi pembicaraan yang hangat dan menarik untuk di ikuti. Tujuan dari BLT sendiri adalah untuk membantu Rakyat miskin dan tidak mampu. Tetapi banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan. Seperti di ungkapkan Bupati Grobogan bahwa Tahun ini BLT Grobogan tidak akan salah sasaran dan berharap pendataan dengan benar dan sesuai aturan.

Dan Lebih aneh lagi Tahun-tahun sebelumnya Pegawai Depag Ada yang mendapat Bantuan BLT? Sungguh Ironis Pegawai Depag mau Menerima BLT. Karena Berstatus sebagai Pegawai otmatis kehidupan dan penghidupan pastilah lebih layak. Dan Untuk Tahun ini ada larangan dari Kepala Kantor Depag Grobogan, Drs H Umar MA Seperti di beritakan di Wawasan minggu lalu.

Pegawai Depag dilarang terima BLT
PURWODADI BLOG – Lantaran kehidupannya dianggap lebih cukup, seluruh pegawai di lingkungan Kantor Departemen Agama (Depag) Grobogan dilarang ikut menerima uang bantuan langsung tunai (BLT), tahun ini. Jika dulu masih ada pegawai Depag terima bantuan, sekarang diminta mengembalikan atau dibatalkan.

Penegasan demikian disampaikan Kepala Kantor Depag Grobogan, Drs H Umar MA kepada Wawasan, Senin (26/5) di sela-sela melantik 268 PNS di lingkungan Depag Grobogan.

“BLT adalah hak fakir miskin. Karenanya pegawai negeri, terutama pegawai Depag tidak punya hak. Justru harus mengalah dan turut mengawal agar bantuan sampai kepada mereka yang berhak,” ungkap dia.

Menurutnya, pegawai Depag harus sanggup jadi pelopor contoh yang baik dalam kehidupan kesehariannya di tengah masyarakat. Pasalnya mereka bekerja dalam wilayah instansi yang mengedepankan syariah, akhlak, dan perilaku sosial yang baik.

Pihaknya juga tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas kepada anak buahnya, yang dinilai membangkang imbauan yang disampaikan. Peringatan demikian disampaikan kepada seluruh pegawai yang bekerja di kantor Depag, guru negeri, pegawai KUA, dan sebagainya.

Dijelaskan Umar, kesejahteraan pegawai di wilayah Depag, sebenarnya nasibnya lebih baik ketimbang PNS umum. Salah satunya karena pegawai Depag sudah diberikan uang lauk pauk sejak 2008 ini.

Hidup sederhana
Pada tahap pertama, dirapel dua bulan (Januari dan Februari). Setiap hari dibayar Rp 10 ribu per orang, dikalikan 22 hari dalam sebulan. Sedangkan pada tahap kedua (Maret, April, dan Mei) dinaikkan menjadi Rp 15 ribu per orang dikalikan 22 hari dalam sebulan.

“Makanya, jika dibilang sejahtera sudah sejahtera. Kami tidak ingin pegawai Depag anehaneh, ” imbuh kepala Depag yang asli putra daerah tersebut (dari Gubug-red).

Dia justru mengajak kepada para pegawai untuk hidup lebih sederhana. Kendati hidup di desa untuk mencukupi kebutuhannya pegawai Depag harus punya pekerjaan sambilan ke sawah.

Sementara, Kasubag TU Kantor Depag, Drs H Mar Said MAg menambahkan, setidaknya ada 268 pegawai Depag yang, kemarin diambil sumpah janjinya. Mereka adalah pegawai yang sudah diangkat sejak tahun 2000 hingga 2007 lalu.

“Pelantikan ini memang terlambat. Namun kami mengacu kepada ketentuan UU dan PP, tidak ada masalah,” ujarnya. Nto/H

Entry filed under: Artikel Purwodadi, Seputar Grobogan, Seputar Purwodadi, Uncategorized. Tags: .

Angkot Grobogan Makin Sulit Pengunjung BLog Purwodadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Bali NdeSo

telematika indonesia
telematika indonesia

Blog Stats

  • 135,220 hits