Bibit Pertanian Grobogan Kasus

October 24, 2007 at 3:13 pm Leave a comment


Pengadaan bibit pertanian senilai Rp 16 miliar, bantuan dari pemerintah pusat, yang dikelola oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemkab Grobogan, terganjal beberapa kendala. Khusus pengadaan bibit kedalai senilai sekitar Rp 2,4 miliar batal dilaksanakan.

Pasalnya, jenis benih kedalai Malabar yang disodorkan oleh sejumlah petani tidak memenuhi syarat untuk diikutkan lelang. Sebab, jenis kedalai ini belum memiliki sertifikasi dari pemerintah (Departemen Pertanian-red).

“Sesuai aturan, benih yang belum bersertifikat memang tidak bisa diikutkan dalam lelang. Padahal yang dikehendaki petani di Grobogan rata-rata jenis ini (Malabar-red),” tandas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemkab Grobogan, Ir Soemarsono MSi, kemarin.

Dikatakan dia, khusus pengadaan benih kedelai tidak bisa diikutkan dalam lelang. Sebab, dari seluruh rekanan yang ikut lelang tidak ada yang sanggup menyediakannya.

Diakui Soemarsono, petani di Grobogan memilih benih kedelai Malabar karena memiliki beberapa keunggulan. Antara lain, produktivitas tanaman tinggi rata-rata 2,1 ton per hektar, dan umur tanaman pendek sekitar 70 hari.

“Hal demikian berbeda dengan benih kedelai jenis Wilis, Lokon, dan Petek yang justru sudah bersertifikasi. Namun umur tanamanya lebih lama,” tandas mantan Kepala Bappeda, yang belum lama dipindah sebagai Kadinas Pertanian ini.

Dengan pembatalan tersebut, pihak dinas tengah mengupayakan permintaan kepada Departemen Pertanian agar pengadaan benih kedelai dialihkan kepada benih lain. Salah satu yang diminati adalah benih jagung hibrida.

“Hal ini sebatas usaha saja. Kami sudah sampaikan kondisi yang terjadi dan menunggu jawaban dari Departemen Pertanian,” ungkap Soemarsono saat didampingi Kasi Produksi Ir Purwanto MSi.

Tidak masalah
Pengadaan bibit padi dan jagung, menurut Soemarsono tidak ada kendala. Bahkan hingga kini penyalurannya sudah ke tangan petani. Untuk benih padi saat ini telah mencapai 50 persen penyalurannya. Benih bantuan pemerintah yang diberikan secara gratis tersebut disalurkan kepada kelompok tani, yang tersebar di 19 kecamatan di Grobogan.

“Semua benih dapat disalurkan tanpa kendala. Kecuali untuk benih kedelai tersebut. Makanya kami baru mencari solusinya,” katanya.

Seperti diketahui tahun 2007, Pemkab Grobogan melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan mendapat bantuan pengadaan benih dari pemerintah pusat dengan nilai total sekitar Rp 16 miliar. Dana sekian, dialokasikan untuk pengadaan benih padi hibrida senilai Rp 224,6 juta.

Benih padi non hibrida Rp 2,04 miliar, jagung hibrida Rp 10,14 miliar serta jagung komposit sekitar Rp 118, 2 juta. Semua disalurkan petani tanpa kompensasi apapun. Sumber Wawasan Digital

Entry filed under: Artikel Purwodadi, Pertanian Grobogan, Potensi, Seputar Grobogan, Seputar Purwodadi. Tags: .

Kabupaten Grobogan ILPPD Kabupaten Grobogan 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Bali NdeSo

telematika indonesia
telematika indonesia

Blog Stats

  • 135,367 hits