Grobogan Bangun Sentra Agribisnis

August 8, 2007 at 3:10 pm Leave a comment


Pemkab Grobogan dalam jangka panjang berkeinginan membangun sentra agribisnis. Mengingat luasnya lahan pertanian dan keberhasilan sejumlah produk tanaman buah yang dihasilkan petani setempat. Hal ini dikatakan Bupati Bambang Pudjiono di sela-sela acara Pembukaan Gelar Teknologi dan Ekspo Pertanian 2007 di Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Selasa (7/8). Hadir pula dalam acara itu Wakil Bupati Icek Baskoro, Kadistanbun Edhie Sudaryanto, muspida, serta tamu undangan.

Dia menyampaikan sebagai daerah yang kaya akan hasil pertanian Grobogan terkenal sebagai kawasan pemasok buah semangka dan melon cukup besar di Jateng. Hanya saja kemudian perlu ditunjang penguasaan pemasaran yang memadai agar posisi tawar petani semakin memadai.

”Semuanya memang harus saling terkait. Petani tidak hanya dituntut bisa berproduksi tetapi juga harus bisa berorientasi bisnis. Kedepan dimungkinkan membangun kawasan agribisnis seperti di Soropadan Temanggung,” kata dia.

Terbentuknya kawasan agribisnis yang mencakup sistem hulu hingga hilir, ungkap Bupati, sangat menguntungkan petani, karena nantinya mereka akan terbantu mulai dari budidaya, pascapanen, pengolahan, pengemasan, pemasaran hingga sistem pembiayaan. Hanya saja katanya, dibutuhkan tekad dan biaya besar untuk membuat kawasan agribisnis.

Menurun

Kadistanbun Edhie Sudaryanto menyatakan minat untuk menekuni bidang agribisnis cenderung mengalami penurunan. Padahal bidang agribisnis jika ditekuni mempunyai prospek kedepan yang cukup menjanjikan. ”Padahal lahan pertanian di Grobogan masih sangat luas sekitar 30.000 hektare.”

Ditambahkan, tanaman seperti semangka, tomat dan melon bisa dijadikan pilihan petani yang akan menekuni dunia agribisnis.

Anggota tim pembimbing petani Sabeno menambahkan, sejumlah petani di Kecamatan Kradenan telah merasakan manfaat agribisnis. Buah melon jenis Sonya yang mereka tanam tumbuh dan berkembang dengan baik. Ketika musim panen tiba satu biji buah melon yang ditanam antara 60-65 hari beratnya bisa mencapai 1-2,5 kg.

”Selain buahnya ranum dan warnanya memikat, kadar gulanya lebih rendah 14 % dibanding melon putih

Entry filed under: Artikel Purwodadi, Pertanian Grobogan, Potensi, Seputar Grobogan, Seputar Purwodadi. Tags: .

Internet? Perlukah? Sejarah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Bali NdeSo

telematika indonesia
telematika indonesia

Blog Stats

  • 135,220 hits