Dinas Koperasi dan UKM Grobogan

February 9, 2007 at 5:16 am 2 comments


Purwodadi BLOG  – Dinas Koperasi dan UKM Grobogan menilai operasional Koperasi Simpan Pinjam Syariah (KSPS)- Baitul Mal wa Tamwil (BMT) Amanah telah menyalahi aturan pendirian koperasi.

Sebab, lembaga keuangan itu telah menghimpun dana dari masyarakat yang sama sekali tidak diperbolehkan dalam aturan koperasi.

”Seharusnya lembaga itu menyejahterakan anggotanya. Sesuai tujuan koperasi yakni dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Ternyata telah menyimpang,” kata Kepala Bidang Bina Lembaga Koperasi (BLK), Ir Wiyanto DP, Kamis (8/2).

Dinas sendiri ungkap dia sudah berupaya menegur pihak manajemen, namun terabaikan. Seperti saat dinas meminta nama-nama anggota koperasi itu, sampai berita penangkapan Manajer KSP, Solechan Fauzi, belum pernah diberi.

”Sesuai aturan, dana yang wajib dikelola itu yang berasal dari 22 anggota, sesuai izin pendiriannya. Tetapi kenyataannya lembaga itu bisa menghimpun dana dari 2.000 orang. Bukti itu sebuah pelanggaran,” katanya.

Bahkan pihaknya telah memeriksa seluruh anggota koperasi, mulai dari pengawas sampai pengelolanya, terkait macetnya pengembalian dana masyarakat. Hasilnya, tetap saja pihak koperasi tidak bisa mengembalikan dana.

”Setiap kami mengundang pengurus, selalu hasilnya buntu. Sampai terakhir, manajer koperasi ditangkap,” katanya.

Dia menengarai masih banyak pengelolaan koperasi yang menyimpang. Terdata untuk koperasi dengan model simpan pinjam (KSP) ada 113 unit. Dari jumlah itu yang tidak aktif ada tiga yakni KSP Setya Mandiri, Arta Wandana dan Amanah.

Dari pantauan di lapangan, kantor cabang KSPS Amanah di Kecamatan Penawangan sudah kosong. Menurut warga sekitar. Sejak awal Januari lalu, kantor itu disegel polisi. ”Sudah sepi, tidak ada orang,” kata salah seorang warga.

Anggota DPRD Grobogan, Ir Budi Susilo meminta kepada polisi untuk menyelidiki koperasi-koperasi lainnya. Ditengarai masih banyak model KSP beroperasi di tengah masyarakat, tetapi, banyak yang tidak bisa mengembalikan dana masyarakat. (Suara Merdeka)

”Saya sudah mengingatkan masalah ini pertengahan tahun 2006 lalu. Makanya, polisi dan Dinas Koperasi harus memperhatikan masalah ini. Sudah miliaran rupiah uang masyarakat yang telah digelapkan dengan model-model KSP,” katanya. (dky-16)

Entry filed under: Artikel Purwodadi, Pertanian Grobogan, Seputar Grobogan, Seputar Purwodadi, UKM & IKM Grobogan. Tags: .

Kabupaten Grobogan Grobogan 2007

2 Comments Add your own

  • 1. sugiyanto  |  September 18, 2008 at 3:37 am

    Pak, Jumlah koperasi yang ada di kabupaten grobogan ada berapa?

    Reply
  • 2. puspito  |  September 27, 2016 at 1:34 am

    Assalamuálaikum Pak, ….. CD pembinaan kemaren tgl 21-22 September isinya kok cuma Permen saja . Yang 2 materi tidak ada. Mohon konfirmasinya.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Bali NdeSo

telematika indonesia
telematika indonesia

Blog Stats

  • 135,367 hits