Peta Wisata Kabupaten Grobogan

June 7, 2008 at 7:25 pm 123 comments


KABUPATEN GROBOGAN

GROBOGAN adalah salah satu daerah kabupaten di Propinsi Jawa Tengah yang mempunyai luas 1.975,86 Km2, dengan penduduk sebanyak 1.359.191 jiwa (Tahun 2004). Secara topografis, merupakan lembah yang diapit oleh dua pegunungan kapur, yaitu Pegunungan Kendeng dan Pegunungan Kapur Utara. Dua Pegunungan tersebut merupakan daerah hutan dengan tanaman utama Jati dan Mahoni, serta beberapa areal dipergunakan untuk perkebunan Minyak Kayu Putih.
Secara administratif terdiri dari 19 Kecamatan dan terbagi lagi menjadi 280 Desa/Kelurahan. Di sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Demak, Kudus dan Pati; di sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Blora; di sebelah Selatan berbatasan dengan Kab. Ngawi (Jawa Timur), Kab. Sragen, dan Boyolali; serta di sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Semarang dan Demak.
Kabupaten Grobogan termasuk salah satu penyangga beras nasional. Dimana hal itu ditunjang dengan pengairan yang baik yaitu dari Bendungan Kedung Ombo, Bendungan Klambu, Bendungan Sedadi dan lain – lain. Untuk industri Kabupaten Grobogan adalah tempat yang sangat strategis karena dilihat dari letak geografinya dan akses yang cepat dengan daerah sekitarnya seperti Semarang, Boyolali, Solo, Sragen, Blora, Pati, Kudus dan Demak. Ditunjang pula dengan tenaga kerja yang banyak, mereka berdedikasi serta loyalitas tinggi. Banyak potensi kepariwisataan yang dimiliki baik wisata alam maupun seni budaya yang bisa anda nikmati dari daerah ini, jadi langsung saja Anda kunjungi maka anda akan terkesan dengan segala hal yang ada di Kabupaten Grobogan.

BLEDUG KUWU
Terletak di desa Kuwu kecamatan kradenan 28 km. Ke arah timur dari kota Purwodadi Grobogan. Obyek wisata Bledug Kuwu merupakan pesona keindahan alam. Keanehan yang ada di obyek wisata ini adalah adanya letupan – letupan lumpur yang airnya mengandung garam dan itu berlangsung terus menerus sehingga menimbulkan pemandangan alam yang sangat menakjubkan, padahal tempat itu letaknya cukup jauh dari laut.
Konon menurut cerita rakyat, keanehan itu disebabkan adanya lubang yang menghubungkan tempat itu dengan laut selatan. Lubang itu sendiri terjadi dari perjalanan pulang Joko Linglung dari laut selatan menuju kerajaan medang kamolan setelah melaksanakan tugasnya untuk menangani Prabu Dewata Cengkar yang telah berubah menjadi buaya putih di laut selatan. Dan hal itu dilakukan Joko Linglung yang berwujud ular naga sebagai syarat agar Joko Linglung diakui sebagai anaknya Aji Saka .
Ada anggapan / kepercayaan orang disekitarnya kalau bleduk dijadikan tempat untuk bersumpah maka sumpah itu akan sangat luar biasa hasilnya. Contohnya jika ada dua orang berseteru tentang suatu hal yang mereka masing – masing mengakui kebenarannya sendiri – sendiri dapat diselesaikan dengan sumpah bledug di tempat itu.
Adanya kandungan garam ditempat itu oleh masyarakat setempat dimanfaatkan untuk membuat garam secara tradisional dengan cara airnya dikeringkan di glagah (bambu yang dibelah jadi dua), ada juga yang membawa lumpur bledug untuk dibawa pulang konon lumpur itu buat lulur di kulit agar kulit terhindar dari penyakit kulit dan tampak lebih cemerlang bagi kulit yang sudah sehat. Jadi bleduk adalah tempat wisata di kabupaten Grobogan yang sangat menarik untuk anda kunjungi.

API ABADI MRAPEN

Terletak di tepi jalan raya Purwodadi – Semarang, berjarak 26 km dari kota Purwodadi. Tepatnya di desa Manggarmas kecamatan Godong. Di komplek ini terdapat beberapa keanehan alam yang dapat anda nikmati : yaitu api abadi merupakan pesona yang timbul dari keluarya api dari dalam tanah yang tidak pernah padam walaupun turun hujan sekalipun.
Dari tempat ini pula diambil api untuk penyalaan obor dalam kegiatan pesta olah raga internasional ( ganefo i ) pada tanggal 1 Nopember 1963. Api abadi ini digunakan untuk menyalakan obor ganefo yang dibuka tanggal 10 Nopember 1963 di Jakarta, demikian pula pekan olahraga nasional (pon) maupun untuk upacara hari raya Waisak.
Sendang dudo : adalah sebuah sendang yang terletak di dekat api abadi, dimana airnya senantiasa kelihatan mendidih tetapi tidak panas letupan air itu akan menyala kalau kena api disamping keanehan alam diatas, dikomplek ini juga tersimpan sebuah batu umpak atau “batu bobot” yang oleh masyarakat setempat dikeramatkan. Barang siapa saja datang di situ dan kuat mengangkat batu bobot sambil duduk orang tersebut akan terkabul segala permintaannya.
Tanah dilokasi itu adalah tanah perdikan yang dikuasai oleh anak keturunan Empu Supo yang bertempat tinggal disitu sampai sekarang. Berdasarkan cerita yang berkembang, tempat tersebut pada jaman dahulu merupakan besalennya empu supo. Api abadi adalah tempat untuk membakar besi, sumber airnya untuk “menyepuh”, sedang batu bobotnya untuk tempat menempa keris pusaka. Empu Supo ini khabarnya adalah empu dari majapahit yang turut pindah ke Kerajaan Demak. Di mrapen ini setiap malam Jum’at kliwon selalu ramai dikunjungi oleh para peziarah dengan maksud tertentu selain pesiar tentu saja

WADUK KLAMBU

Terletak di desa Klambu kecamatan Klambu 11 km disebelah barat daya dari kota Purwodadi

SENDANG COYO

Letak Sendang Coyo adalah di desa Mlowokarangtalun kecamatan Pulokulon lebih kurang 26km disebelah timur dari Purwodadi. Untuk mencapai lokasi wisata ini ada dua jalur yang dapat ditempuh yaitu melalui kecamatan Wirosari dan desa Danyang. Sendang Coyo terletak di hutan kecamatan Pulokulon. Untuk sampai lokasi ini sudah mudah dijangkau karena sudah ada jalan aspal yang menghubungkannya. Sendang Coyo airnya sangat jernih dan dipercaya kalau mandi disendang itu maka yang mandi akan awet muda.

WADUK KEDUNG OMBO

Terletak di desa Rambat kecamatan Geyer 29 km. Ke arah selatan kota Purwodadi. Obyek wisata ini akan dikembangkan menjadi obyek wisata tirta hutan budaya agrowisata. Pada hari minggu dan liburan anak sekolah, obyek wisata waduk Kedungombo ini selalu ramai dikunjungi para wisatawan
Kalau anda hobi memancing jangan lupa datang kesini karena ikannya sangat mudah untuk dipancing dan besar – besar. Itupun kalau anda ahli dalam memancing he he he… Karena kalau tidak dapat ikan, banyak penduduk sekitar yang berjualan ikan segar baik dimasak ditempat itu maupun untuk dibawa pulang.

MAKAM KI AGENG TARUP

Makam Ki Ageng Tarup terletak 10 km sebelah timur kota Purwodadi. Sebagai obyek wisata spiritual, makam Ki Ageng Tarup ini sangat ramai dikunjungi oleh para peziarah dengan tujuan untuk mencari berkah agar permohonannya dikabulkan oleh Tuhan YME. Ki Ageng Tarup sendiri menurut cerita yang berkembang di masyarakat sekitar khususnya atau masyarakat Jawa umumnya, diakui pernah memiliki istri seorang bidadari yang keturunannya akhirnya menjadi orang besar di jawa salah satu keturunannya adalah Ki Ageng Selo
Ki Ageng Selo dipercaya oleh masyarakat jawa sebagai cikal bakal yang menurunkan raja – raja di tanah Jawa. Bahkan pemujaan kepada makam Ki Ageng Selo sampai sekarang masih ditradisikan oleh raja – raja Surakarta dan Yogyakarta. Sebelum gerebeg mulud, utusan dari Surakarta datang ke makam Ki Ageng Selo untuk mengambil api abadi yang selalu menyala di dalam makam tersebut. Begitu pula tradisi yang dilakukan oleh raja – raja Yogyakarta.

AIR TERJUN WIDURI

Terletak di desa Kemadoh Batur, kecamatan Tawangharjo 19 km timur kota Purwodadi. Obyek wisata ini berada di tengah kawasan hutan jati dengan panorama alami yang sangat indah mempesona. Dengan dilengkapi oleh areal tanah yang cukup luas sebagai bumi perkemahan, menambah daya tarik wisatawan, khususnya para remaja yang memiliki jiwa petualang dan pecinta alam

GUA MACAN

Kabupaten Grobogan terletak dikelilingi oleh pegunungan kendeng utara dan pegunungan kendeng selatan. Pegunungan daerah ini adalah pegunungan kapur dimana banyak dijumpai goa-goa yang stalaktit dan stalamitnya sangat indah salah satunya adalah Goa Macan

CINDELARAS

Terletak di desa Ngrai kecamatan Toroh 11 km disebelah selatan kota Purwodadi. Obyek wisata ini adalah obyek campuran antara alam dan buatan. Selain itu ada juga fasilitas untuk camping ground. Kalau anda hobi memancing anda dapat menyalurkan hobi itu disini karena disini terdapat waduk yang kandungan ikannya banyak. Untuk anda yang ingin bersemedi atau ingin mencari wangsit di puncak bukit sudah disediakan tempatnya maka tak ada ruginya kalau anda berkunjung kesini

MASJID K.H. BURHAM

Masjid ini terletak di Jengglong Purwodadi. Didirikan tahun 1752 oleh K.H. Konawi. Pada masa itu kota kabupatennya masih di Grobogan dipimpin oleh Adipati Martopuro atau Adipati Puger. Sedangkan Purwodadi pada masa itu sebagian besar masih berupa rawa – rawa oleh K.H. Konawi didirikanlah sebuah langgar/ mushola panggung. K.H. Konawi sendiri meninggal semasa pulang dari ibadah haji dan dikuburkan di Pulau Saylon/ Srilanka sementara putranya K.H. Burham meneruskan ayahnya bersyiar agama islam di Purwodadi.
Oleh masyarakat langgar itu diberi nama langgar K.H Burham. Kemudian oleh H. Wodjo Karyoso langgar itu kemudian dipugar menjadi langgar gede K.H. Burham pada 28 Oktober 1991. Kemudian pada tahun 1992 menjadi masjid K.H. Burham dan pada serambi depan diperluas lagi untuk menampung jemaah yang semakin banyak. Bagian yang tetap dipertahankan dari bangunannya adalah empat soko guru, lantai geladag (papan tebal dari kayu jati) dan ukiran serambi depan serta pintu ukirnya sekarang ditempatkan didalam sedangkan pintu ukirnya diletakkan didepan imam. Bedug yang terdapat di masjid K.H. Burham adalah bedug yang terbesar di kabupaten Grobogan yang terbuat dari kayu tanpa sambungan. Bagi anda umat muslim yang datang ke Purwodadi jangan lupa untuk sholat di tempat ini karena banyak barokah yang akan anda dapatkan Insyaallah.

Goa Stalaktit dan Stalakmit

Sebagai daerah yang dikelilingi oleh pegunungan kapur, Grobogan banyak memiliki Goa-Goa Stalaktit dan Stalakmit dengan nilai alami yang menarik dan pantas untuk dikunjungi.
Diantaranya adalah : Goa Urang di Kec. Tawangharjo ; Goa Macan di Kec. Grobogan dan lain sebagainya.

Kab. Grobogan mempunyai kesenian tradisional yang sangat dikenal di kalangan masyarakat sejak jaman dahulu yaitu seni “Tayub” atau “Ledek”
Tayub berasal dari tata dan guyub Yang hidup dan berkembang sampai sekarang. sehingga diakui sebagai tari rakyat Kabupaten Grobogan

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Rutinitas Penuh Tantangan – Mangasikan Forum Purwodadi

123 Comments Add your own

  • 1. nurhabibah  |  August 13, 2008 at 1:15 am

    please give the rute

    Reply
    • 2. rayan  |  January 5, 2010 at 10:22 am

      Where are you from..? Malaysia.., Singapore..? If you are from that country you should take flight to Semarang or Solo or Jogjakarta than you take a public transport to Purwodadi. it is easy isn’t it..just welcome to Purwodadi..

      Reply
  • 3. refa  |  December 16, 2008 at 6:04 am

    aslamualaikum,…. gimana caranya nampilin peta ke web?

    Reply
  • 4. ekoprayitno  |  December 23, 2008 at 8:49 am

    aloooooooooooooooooooooooooooooo purwoodadi

    Reply
    • 5. rayan  |  January 5, 2010 at 10:23 am

      Aloooo juga Broooo….

      Reply
  • 6. umi latifah  |  December 30, 2008 at 2:53 pm

    mari budidayakan tempat-tempat wisata di Kab. Grobogan agar lebih dikenal dalam kancah nasional bahkan internasional !

    Reply
    • 7. rayan  |  January 5, 2010 at 10:26 am

      S I I I P……kami siap mem-Back up pemikiran / usulan dan siap membantu mendatangkan Pakar Pariwisata ke Purwodadi…

      Reply
  • 8. dian anggra  |  January 8, 2009 at 6:21 am

    aku br mw berangkat nih ke purwodadi utk pertama kalinya..
    ada petanya dong biar gampang, hehehe

    Reply
    • 9. Pak Huda  |  February 3, 2010 at 11:40 am

      aku wong demak pak, sangat mengapresiasi watak dan kebanyakan karakter tiang purwodadi, saudara kulo juga banyak tiang orang pw.dadi, aku seneng purwodadi.

      Reply
  • 10. eko wahyudi  |  February 24, 2009 at 10:20 am

    indah sekali alam kab grobogan

    Reply
  • 11. aku  |  March 1, 2009 at 10:02 am

    purwodadi ueleeek buangetsss polll jan ueleeeeekkk

    Reply
    • 12. rayan  |  January 5, 2010 at 10:01 am

      WASYEEEM…OJO NGECE..LEEE..KARO PURWODADI….KOWE CAH NGENDI …ORA MEMBERI SOLUSI MALAH MENCELA..! ! ! ..KUWALATLAH KAU..! ! !…

      Reply
  • 13. ninik  |  May 26, 2009 at 6:18 am

    moyangku dari purwodadi, masa kecilku yang indah di purwodadi. Sayangnya sejak SD aku harus sekolah di semarang dan kuliah di bandung. Jadi deh, aku gak banyak kenal pwdd. Tapi sungguh, aku mau berbuat sesuatu yang aku bisa untuk pwdd. Moga tambah baik kota dan masyarakat tambah maju.

    Reply
    • 14. rayan  |  January 5, 2010 at 10:34 am

      Jeng Ninik..kita tunggu karya panjenengan untuk Purwodadi tercinta…

      Reply
  • 15. 20 JANUARI 1992  |  June 13, 2009 at 6:11 am

    CINTAILAH ALAM KITA

    Reply
  • 16. andika  |  June 16, 2009 at 3:51 am

    subhanalloh begitu kaya alam yang ada di kab grobogan , tapi sayang pemanfaatan kekayaan nya belum optimal

    Reply
  • 17. fuad unwidha  |  June 16, 2009 at 3:53 am

    ayo kita rame rame ke purwodadi

    Reply
  • 18. demak-ku  |  July 29, 2009 at 4:37 am

    pergi ke purwodadi jalannya juelek tenan koyok demak….

    Reply
    • 19. rayan  |  January 5, 2010 at 10:29 am

      hehe,,…bro / sis..kita senasip..mari kita ikut berfikir agar daerah kita harum namanya…jangan hanya mengeluh…

      Reply
  • 20. Andika  |  September 18, 2009 at 9:18 pm

    aku mau ke purwodadi nich

    Reply
  • 21. mugi juwantono  |  September 19, 2009 at 8:24 am

    ax bangg jd anak pwdd

    Reply
    • 22. rayan  |  January 5, 2010 at 10:36 am

      JADIKAN RASA BANGGAMU SABAGAI DASAR UNTUK IKUT MENANCAPKAN KARYA YANG MENGHARUMKAN KAMPUNG KITA…

      Reply
  • 23. mugi juwantono  |  September 19, 2009 at 8:25 am

    indah

    Reply
  • 24. huda  |  October 12, 2009 at 6:55 am

    aku cinta purwodadi

    Reply
    • 25. rayan  |  January 5, 2010 at 10:09 am

      DEMIKIAN JUGA AKU…I LOVE PURWODADI…( RIGH OR WRONG IS MY HOME TOWN )..

      Reply
  • 26. margono  |  December 17, 2009 at 2:35 pm

    bagaimana Grobogan mau berkembang, asset jalan ke purwodadi rusak….alasan para pejabat purwodadi TANAHNYA LABIL!!!! Kalau begitu sampai kapanpun jalan purwodadi rusak teruuuuus

    Reply
    • 27. rayan  |  January 5, 2010 at 10:32 am

      hehehe..sekarang kondisinya sudah beda brooo….muluuuss…hehehe…welcome to Purwodadi..

      Reply
  • 28. wilham  |  December 25, 2009 at 3:44 pm

    aku ingin plng ke pwd ,ingin mendirikan toko komputer

    Reply
    • 29. rayan  |  January 5, 2010 at 10:07 am

      AH ..DASAR KAU..HANYA M I K I RI N DIRI SENDIRI..TLG DONK KASIH SARAN SOLUSI AGAR DAERAH KITA BERKEMBANG..

      Reply
  • 30. banyu  |  January 28, 2010 at 12:43 pm

    g enak d porwodadi krn it cewy pd cri motory satria

    Reply
  • 31. mlinjo  |  February 2, 2010 at 1:14 pm

    bleh jga purwodadi

    Reply
  • 32. mlinjo  |  February 2, 2010 at 1:19 pm

    slam kbih cah pwddi,mlinjo anak rantau mlay ,peace love

    Reply
  • 33. ahmadi - cah kemiri gubug  |  March 30, 2010 at 7:36 am

    mau ngembangin pariwisata di purwodadi? coba mulailah dengan membuat paket perjalanan wisata dan manfaatkan apa yg udah ada (kecil2an dulu). Asal pengemasan paket wisata menarik pasti laku jual.
    Inventarisir aset yg sudah ada :
    – obyek wisata
    – akses jalan
    – penginapan
    – biro perjalanan

    tunggu apalagi bro….. ?

    Reply
  • 34. putra  |  March 30, 2010 at 1:50 pm

    aq slalu cinta purwodadi,
    coz aq mang nak porwodadi.
    sampe kpan pun aq te2p cinta porwodadi.
    tapi, tolong di benerin jalannya!
    biar aq lwo jlan2 nyaman.

    Reply
    • 35. purwodadi  |  April 12, 2010 at 4:25 pm

      @Pura: Harusnya Kang Putra Pulang dan membangun daerah sendiri.. Kapan Pulkam

      Reply
  • 36. DQ  |  April 5, 2010 at 1:09 am

    salam kenal bro.. wah.. ternyata ada yg mulai memperkenalkan kotaku diweb. thanks bro. salut buat dirimu. purwodadi memang harus berkembang. jgn jadikan tanah labil sebagai alasan pemerintah setempat untuk tidak membangun sarana jalan yg bagus.

    Reply
    • 37. Aris  |  October 7, 2010 at 1:49 am

      jo kaget bro cah Purwodadi pancen pinter-pinter, klo ga percaya tengok ke Jakarta……………..

      Reply
  • 38. rino galang novalastian  |  June 22, 2010 at 8:11 am

    urip matiku tetap purwodadi,sopo seng wani ngece?adepi aku!

    Reply
  • 39. Arif  |  July 27, 2010 at 5:29 pm

    I LOVE purwodadi coalnxa q jg nak purwodadi…salam dari nak2 sendang coyo

    Reply
  • 40. Ambon  |  July 27, 2010 at 5:48 pm

    Jalan purwodadi yg kota agak mending..tp jalan di desa ku kok blum di aspal ya..?mohon di perhatin jln. Raya TUKO-SIMO ds. Sidorejo…slam anak2 MJ.club MOJOLASAN

    Reply
  • 41. men boy  |  August 14, 2010 at 3:10 pm

    maju truzz purwodadi. MJ club

    Reply
  • 42. Arifin/men boy  |  August 16, 2010 at 2:20 pm

    Bersatulah anak rantau,purwodadi.!! kususnya anax-anax MOJOLASAN (MJ club)

    Reply
  • 43. febi  |  August 30, 2010 at 10:13 am

    wah….senaangnya dapet info ini. rencananya aku lebaran 1431 H aku mau mudiiik..

    and pengen ke bledug kuwu…itu naiknya apa yah? and juga tolong dunk referensinya untuk wisata kuliner di grobogan-purwodadi itu apa aja n dimana ya?

    ~thx~

    Reply
    • 44. tio  |  August 31, 2010 at 4:32 am

      mbak febi,,,jgn takut klu dah di purwodadi mau k’wisata mana aja deket”..paling jauh cuman 1/2 jam”…alahkah baiky naik kendaraan pribadi saja,,mobil ato motor sama saja”..
      klu masalah referensi untuk kuliner,,dapat dimulai dari sebelah utara simpang lima,,kurang lebih 100 meter dari simpang lima”..
      dengan nma NORO YONO,,lesehan d’sediakan supaya lebih santai saat menik mati kuliner yg di sediakan”..

      Reply
  • 45. tio  |  August 31, 2010 at 4:25 am

    asskum”..salam kenal sedanten kagem rencang2 saking purwodadi”..
    kangen dengan kota kelahiranku”..maklum sudah 4 tahun aku di jakarta untuk pendidikan”..
    yuk bareng2 memajukan kota purwodadi”..dengan jalan,,bagi siapa yg mempunyai ide2 bisnis,,dapat di curahkan..

    Reply
  • 46. wempy  |  September 2, 2010 at 3:10 am

    nenek moyangku masih keturunan Ki Ageng Selo. rumah di desa selo.

    Reply
  • 47. Aris  |  October 7, 2010 at 1:44 am

    saya putra daerah Purwodadi, setelah merantau ke La,pung dan jakarta sekarang Mudik…….I LOVE PURWODADI

    Reply
  • 48. tama  |  October 14, 2010 at 10:27 am

    aq bangga jd ank grobogan, dn aq banyak tau tntang sejarah grobogan, mulai dr cerita rakyat sampe pd ms penjajahan, jk aq pas lg bkrj d luar kota, aq sering cerita k orang2 tntang sejarah grobogan dn cerita rakyatny, alhasil mereka pd suka dn kagum, karena menurut sejarah grobogan adalh yang menurunkn raja2 d tanh jawa, sampai sekarangpn silsilahny msh ada, selain kraton joga dan solo, mash ada yg laem, yaitu keluarga cendana, ibu tien suharto adalah keturunan ki ageng selo yg ke 17, sukses wat grobogan

    Reply
  • 50. Yatno  |  October 21, 2010 at 11:10 am

    I love you pwd,sy lama di papua dah kngen sma pwd.khususnya ngrandu,geyer

    Reply
    • 51. adam djuprianzyah  |  July 24, 2012 at 4:53 pm

      lek kono neng papua neng arso piro lek? kenal lapen rak? neng jowo koncoku papua akeh.tolong nak ngerti aku di kei alamate lapen .cosale aku meh wisata neng papua.

      Reply
  • 52. Yatno  |  October 21, 2010 at 11:14 am

    Sy kngen skali sm pwd,alumni SMP N 2 GUNDIH 93,KRN DAH 11th di papua pngen liat purwodadi tercinta,i love you pwd

    Reply
  • 53. senopati anto  |  November 13, 2010 at 3:01 pm

    kangen e karo grobogan, pengen muleh ni

    Reply
  • 54. Arifin/men tur  |  November 30, 2010 at 2:09 pm

    Mati urep’qu yo tetep purwodadi. (anax MJ)

    Reply
  • 55. sulisblcksweet  |  December 7, 2010 at 6:00 pm

    bumi pangan ku purwodadi….. keluargaku smua d purwodadi simbah buyot ku tiyang purwodadi

    Reply
    • 56. sulisblcksweet  |  December 7, 2010 at 6:02 pm

      seneng” dolanan ke daerahe purwodadi… gak kalah kro kota” lain

      Reply
  • 57. sudarto  |  December 24, 2010 at 4:31 am

    aku asli wong purwodadi neng ora tau balik saiki piye wis maju opo?Sudarto alumni STM PANCSILA Thn 1997 salam.

    Reply
  • 58. solikin  |  December 27, 2010 at 2:10 pm

    good

    Reply
  • 59. zaen  |  January 11, 2011 at 11:21 pm

    asli saya dari dsn sonorejo.kel sindurejo, Toroh, dan merupakan dusun terpencil, sehingga dusunku jarang di tengok oleh pejabat kabupaten atau kecamatan, wong pak lurahe mawon mboten nate prikso utawi mampir kangge ngontrol kahanan masyarakatipun mung kejobo nek arep nyalon malih nembe purun minggah wonten sono nyuwun dukungan, yg menjadi beban masyarakat sonorejo toroh.meniko masalah Radosan (jalan) kanggo transportasi perekonomian rakyat, dari tahun Alif hingga wawu dereng nate di adakan pengerasan jalan sehinggo menyulitkan warganya utk beraktivitas apalgi nek wayah udan, wong ra udan yo angel di liwati,,,, mohon di tindak lanjuti,……… matur nuwun.

    Reply
    • 60. qithmir blog  |  April 25, 2011 at 5:07 pm

      assalam’alaikum pean wong sono to aku enggih wong sono kang zaen sinten niki, ki aku mujib.

      Reply
      • 61. zaen  |  October 31, 2011 at 3:38 am

        saiki wis jelas toh aku yo dulurmu keluarga mbah H gil

      • 62. zaen  |  October 31, 2011 at 7:22 am

        aku bojone lik nah Mbah Haji Gil Mas mujib, Piye kabarmu, saiki po esih neng Demak, kapan balik dadi mantenen dadi mantene ngenteni lik nah wae yo ne’ wis mantuk seko Arab,

  • 63. juned  |  January 12, 2011 at 3:54 am

    aku orng pwdd sejak tahun 1997 aku tinggalkan jarang pulang tp skrg udh ada kemajuan ttg jaln udh diperkeras.suatu saat aku kan kembali kesana

    Reply
  • 64. Adidas dokoro  |  January 13, 2011 at 4:24 pm

    Ayo budidayakan pariwisata kota purwodadi

    Reply
  • 65. wartono  |  February 14, 2011 at 3:00 am

    wisata perlu dikembangkan lagi supaya daya tarik wisatawan lebih baik

    Reply
  • 66. chemen  |  March 1, 2011 at 10:48 am

    q jg org prwdd q bgg dgn kmpgQ tp syg jln mnju kmpgQ mch blm bgus ssak untk di lwtn pa lg low musim hujan becek licin lg..tlg ya bt BUPATI dn pak lurah dikmpgQ untk prbaiki jlan..trims

    Reply
  • 67. Arief  |  March 4, 2011 at 1:59 am

    Halo,
    Aku pernah bikin film dokumentasi wisata Jawa Tengah, termasuk Purwodadi. Kebetulan saat ini aku ge perlu data mendalam ttg obyek Cindelaras.. karena aku pernah ke sana sekali dan ga dapat cerita aslinya dari penduduk sekitar. Kalau ada referensi, boleh saya dikasih alamat sesepuh desa sekitar obyek yang tahu kisah aslinya di sana… tx

    Reply
  • 68. slamet_noto  |  March 20, 2011 at 8:11 am

    aku lahir di dsn djalakan sinndurejo toroh, kenapa pembangunan infrastruktur jalan lintas kecamatan lambat? aku berharap jalan-jalan lintas kecamatan/kelurahan bisa sebanding dgn daerah lain,.. terima kasih

    Reply
    • 69. purwodadi  |  March 22, 2011 at 12:26 pm

      kang slamet : memang pembangunan infrastruktur di wilayah grobogan boleh di bilang lamban, padahal kita semua tahu jika infrastruktur jalan (akses jalan) terbangun dengan baik maka akan memajukan suatu daerah dalam segala sektor. Jika akses jalan ke grobogan bagus tentu distribusi hasil bumi akan lancar, pariwisata akan ramai tentu saja imbas positifnya kepada masyarakat juga..
      Namun yakin saja.. Grobogan tercinta akan terus dan terus berkembang!
      Salam dan sukses buat grobogan

      Reply
      • 70. astri  |  March 29, 2011 at 2:04 am

        i think so…

  • 71. cepek  |  March 26, 2011 at 5:54 pm

    pwd tnah klhrn ku ,dh hmpir 8 thun aku di kaltim ..rsane rndu brat kro pwd ..slam mnis wt cah cah pwd ,spesial cah DIMORO

    Reply
  • 72. vian  |  April 10, 2011 at 4:51 pm

    Bidang pariwisata di Purwodadi memang sangat kaya sbenarnya (pengalaman dulu sekolah disana dan sering bolos diobjek2 wisatanya,hehe)
    Tinggal dikembangkan saja
    Mudah-mudahan sepulang dr Banjarmasin, Purwodadi sudah jauh lebih berkembang.

    Reply
  • 73. qithmir blog  |  April 25, 2011 at 5:10 pm

    alhamdulillah salam kenal semua anak2 grobogan, persipur slalu di hati, purwodadi sampai mati

    Reply
  • 74. grosiran pakaian anak  |  April 27, 2011 at 4:15 pm

    Thanks atas infonya…

    Reply
  • 75. Anonymous  |  August 12, 2011 at 3:21 pm

    konco2 alumni smp 2 gundih 93/94,ayo podho muncul wes suwe ora ktemu,adakan acara reunian bgus ya

    Reply
  • 76. yatno  |  August 14, 2011 at 8:20 pm

    salam buat konco2 pwd,yg di gundih

    Reply
  • 77. yatno  |  August 19, 2011 at 3:07 pm

    alam pwd mmng sungguh indah,tp sy cuma satu,jalan yg menuju ke t4 kelahiran sy jimbar,ngrandu,monggot ke timur itu hncur cur cur,cb pejabat2 yg ada di kabupaten sekali2 turun desa,jgn cm taunya di kota,kasian masyarakat kcil yg ada di desa,desa kami kalo mngkn ikut kabupaten sragen itu sdh maju jln,krn jln adalah akses yg utama,tlong pejabat2 yg s4 bc ini bs perhatikan.makasih sblumnya

    Reply
    • 78. Anonymous  |  March 3, 2013 at 7:04 pm

      halo mas yatno jimbar,,piye kabare mas?saiki tingal nang endi? wah emang bener mas dalane monggot ngetan rak iso di lewati mobil cilek blas.jek mendeng mbiyen mas,aku gowo sedan jek iso ,saiki nak rak gowo taff 4×4 rak iso lewat mas.

      Reply
  • 79. joddy  |  September 2, 2011 at 11:39 pm

    Wah males ke grobogan Jalannya pada hancur, bukannya seneng yang akan anda dapat tapi senep hehehe… Sy pernah mengunjungi waduk nglangon yg terletak di kec kradenan jalan menuju lokasi mulai dari rel KA – wates – langenharjo jalannya weleh-welwh paraaaaahhhhh…. Khhusus Bagi penderita ginjal maupun jantung dijamin rontok dewh krn jalannya sdh tdk kelihatan aspalnya dan berlobang-2 kalau kita lewati terseok-2 dan bergoyang-2 mobil kita, Dan bagi penderita asma dan paru-2 jangan sekali-2 melintas jalan tersebut karena jalan disitu juga ada wedus gembelnya hahahaahah …. Pokonya ampun dewh ….

    Reply
  • 80. DWI ENDANG PRIYANTINI.COM  |  September 24, 2011 at 1:11 pm

    aq kangen bngt kr konco-konco sklhku dl,baik dr SD smpai SMA

    Reply
  • 81. Anonymous  |  October 10, 2011 at 12:45 pm

    mas knl kr wong musir ora

    Reply
  • 82. Anonymous  |  October 10, 2011 at 12:46 pm

    mas knl kr wong msr ora

    Reply
  • 83. yatno  |  October 18, 2011 at 3:08 pm

    jenenge sopo wong musir

    Reply
  • 84. azwen rezza  |  November 28, 2011 at 1:02 am

    aku calon orang grobogan,, udah aku jlajahain tp wisatanya sedikit. sebel,, mending di wonosobo yg dingin2 anget banyak obyek wisata……. ga macet lg,, tp di grobogan purwodadi aku seneng ada cintaku.. # dzirwa,, hehe

    Reply
  • 85. Anonymous  |  December 23, 2011 at 7:38 am

    purwodadi ok….ijo banyak sawah gwe suka bgtz coz ijo
    segeeeeerrr

    Reply
    • 86. Anonymous  |  December 23, 2011 at 7:40 am

      rencana minggu dpn gwe ma ke sana lgi
      plesiran…

      Reply
      • 87. Anonymous  |  September 27, 2012 at 6:27 pm

        KNL LULUSAN THN 89 ORA MAS

  • 88. Cuk Noto  |  March 2, 2012 at 1:27 am

    aku yo wong purwodadi kok

    Reply
  • 89. Anonymous  |  March 16, 2012 at 1:07 am

    Yang pualing puenting kita bisa buat anggaran. (Perlu Harga Tiket Bossss)

    Reply
  • 90. Anonymous  |  April 18, 2012 at 2:20 am

    kpn ke purwodadi piknik neh ??????

    Reply
  • 91. sulastri  |  June 9, 2012 at 10:40 am

    reunian smpn 2 geyer th 97 yuuk…

    Reply
  • 92. agus  |  July 2, 2012 at 1:57 am

    aku ugo wong purwodadi,tepate kuripan,nglejok

    Reply
  • 93. Anonymous  |  July 16, 2012 at 6:59 am

    I LOVE PURWODADI

    Reply
  • 94. adam djuprianzyah  |  July 24, 2012 at 4:43 pm

    aku anak purwodadi tapi setiap aku pulang ke jambangan sanggrak dusun sengon geneng mobil ku selalu hancur dari sna.mohon untuk perhatiankan warga desa,para pak pejabat purwodadi nuwon.

    Reply
    • 95. Sudarminto Adjie  |  November 23, 2013 at 5:53 am

      Iki sopo yo , cilik ku. Omah ku di pojokjembatan mburi kantor KPH gundi. Dulu mbah ku asmane mbah Rono soyo. Konco konco 2 ku manggil ku mas To gede , lengkap pe. Sudarminto adjie. Salam buat temen 2 yg kenal. Di th 1963 /1966.

      Reply
  • 96. adam djuprianzyah  |  July 24, 2012 at 4:46 pm

    halo tmen2 SLTPN 1 GEYER gimana kabarnya? alumni 1999

    Reply
    • 97. Anonymous  |  May 15, 2014 at 6:11 pm

      halo…ap kbar geyer smua…

      Reply
  • 98. Waliuden  |  August 22, 2012 at 9:25 am

    Saya pernah cuci ke sendang bulus badan saya terasa enak & segar insya alloh aq pingin kembali lagi… udin dari jogja

    Reply
  • 99. EKO S.BENNY  |  August 29, 2012 at 9:20 am

    aku mendukung bt kemajuan kab.GROBOGAN, Biar aku penddk jakarta,tp leluhurku wong TLOGOREJO Tegowanu, MAJU TERUS ……

    Reply
  • 100. dwi yanto  |  August 31, 2012 at 2:59 pm

    WAAHHH, jdi kngen kampung pak dhe,,…

    Reply
  • 101. suparyanto  |  November 26, 2012 at 8:11 am

    Di kec.gundih khususnya desa jambangan sanggrak,galeh,sengon jalanya amit2 bener rusak pol sepanjang 8 km dr kec.gundih jgnkan bau aspal batu aja gak ada..Sudahlah solusinya buat waduk saja di krai-bandung harjo biar tenggelam skalian percuma ada desa disana byr pajak tiap tahun gak pernah dpt perhatian pemerintah pada merem smua pejabatnya..

    Reply
  • 102. suparyanto  |  November 26, 2012 at 8:20 am

    mas adam purwodadi.jambangan sanggrak skrg tinggal dimana?

    Reply
    • 103. Anonymous  |  March 3, 2013 at 6:56 pm

      saya sekarang tinggal di semarang mas,njenengan tingal di mana juga?

      Reply
  • 104. Novie Cewk Lawang Sewuu  |  January 12, 2013 at 4:17 am

    LovE yOu pUrwodaDie

    Reply
  • 105. Nugie nugraha  |  February 9, 2013 at 10:30 am

    Saya asli purwodadi ,toroh sindurejo ,jalakan. Perlu perbaikan di segala bidang untuk kemajuan kab.grobogan pd khususnya

    Reply
  • 106. mjasmun  |  February 11, 2013 at 5:44 pm

    purwodadi kotane seng dadi yatanne hahaha

    Reply
    • 107. Anonymous  |  March 3, 2013 at 7:10 pm

      yo bener mas nyatane dalane elek tenan

      Reply
  • 108. Anonymous  |  March 26, 2013 at 4:13 pm

    Khusunya klambu ada bendungan terbesar kedua setelah kedungombo, terus ada tempat wisata pemndin didesa penganten, setiap lebaran kupatan dipadati pengunjung dari mana mana ( kec godong , ddae

    Reply
  • 109. padang  |  May 23, 2013 at 1:13 pm

    apakah daerah klumpit kel bandung harjo kec toroh jadi di bangun bendungan mohon jawaban ya para pejabat Grobogan, soal y warga daerah kel jambangan pada Resan semua k jadi di bendung

    Reply
    • 110. gamin  |  July 29, 2013 at 4:03 am

      Yo ki para sedulur… ada yg punya info ttg perkembangan bendungan klumpit? Soale aku kemarin pulang ke kampungku di Kuncen ds Jambangan, Kelg kuncen resah tuh? Saya lahir di Kuncen Mas, sejak 85 merantau..

      Reply
  • 111. Sudarminto Adjie  |  November 23, 2013 at 5:31 am

    Kecil ku aku di Geyer/gundih , aku sekarang sering mimpi di kota ini. Maklum aku tamatan
    Sekolah Dasar 1 gundik th 1966. Halo Prastyo. Halo Prapto ,halo. Kustanty ,dll yg masih ingat

    Reply
  • 112. UCUP  |  December 14, 2013 at 1:13 pm

    AQ ASLI WONG BRATI ds.karangsari, panjunan browwww, dalane wes apIkan kudus .maturnwun PNPM

    Reply
  • 113. eryc  |  December 18, 2013 at 5:43 pm

    q ch brati boz,prasaan jalan tiap dibangun sbentar sudah rusak lg. .ini apanya yg salah?paling duit pembangunan’e do dipotong petinggi2. .jan bangsaaaat tnan og. .

    Reply
  • 114. margono  |  December 26, 2013 at 7:36 pm

    aku margono cah sindu py kbre bos2 sindu pembangunane wes podo maju durung,aku yg jauh pergi merantau di sumut.,,membaca comentnya kok pada ngeluh ada yg kesetanan dan ada juga yg marah2 aku cuma ingin tahu apa sebab dan solusinya semua itu.,,?jawab pak bos2 purwodadi.,,jangan pada cuma diam dan membisu semua.,,

    Reply
  • 115. Anonymous  |  March 25, 2014 at 5:53 am

    bsk pg gua juga mau ke kota asal ku ….ayo siapa ikut???????

    Reply
  • 116. ANDRY  |  April 4, 2014 at 4:04 pm

    BIAR PUN JALANYA JELEK QHU SENANG KARNA YG PNY MOTOR BAWA NY PELAN, HLA WONG USUL KOK RA URUN, URUNE MALAH ABAB, CUKUP ABAPE KANGGO DALAN APEK, POKROL2
    TETEP SEMANGAT
    I LOVE U PURWODADI
    #SAK TEWASE

    Reply
  • 117. Anonymous  |  April 22, 2014 at 6:16 am

    minta tolong doanya seluruh warga purwodadi grobogan.di batam mau di resmikanya paguyuban bagi warga purwodadi grobogan yaitu “PAWAGAN”

    Reply
  • 118. zamhari  |  May 16, 2014 at 6:37 am

    semoga budaya kab. grobogan denantiasa lestari, dan pariwisata ny tambah baik, di prrhatikan oleh semua kalangan yg bertanggung jawab. amiin.

    Reply
  • 119. Anonymous  |  May 21, 2014 at 7:11 pm

    Alam pedalaman grobogan sangat istimewa kl ada akses jalan yg baek. Itu termasuk wisata yg alami kl pemerintah mau mengembangkanya lg

    Reply
  • 120. Anonymous  |  June 17, 2014 at 4:50 am

    BUDAYA ASLI GROBOGAN – tepatnya dikec. Kedungjati

    http://ngabdulmunir.blogspot.com/2014/06/cerita-asrah-batin-budaya-indonesia.html?spref=tw

    Reply
  • 121. Unique  |  July 3, 2014 at 11:00 am

    Mau menikmati liburan dengan paket wisata unik dari Sumatera Barat, kunjungi kami di TOURS MINANGKABAU
    Terima kasih

    Reply
  • 122. Kissme  |  July 13, 2014 at 9:46 pm

    Pemerintah kurang tanggap dan kurang kreatif memanfaatkan potensi wisata di tanah kita.
    Harus’e lebih kreatif dan meningkatkan potensinya, infrastruktur jalan dperbaiki.
    Kemajuan wisata daerah kita bukan tidak mungkin ikut membantu kemajuan hidup masyarakatnya.

    Reply
  • 123. Anonymous  |  September 8, 2014 at 3:47 pm

    kpn yo purwodadi iso kyok los anjles opo kalifornia

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Bali NdeSo

telematika indonesia
telematika indonesia

Blog Stats

  • 107,887 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.